Mulai Besok, Ponsel-Ponsel Ini Tidak Bisa Gunakan Whatsapp Lagi

Mulai Besok, Ponsel-Ponsel Ini Tidak Bisa Gunakan Whatsapp Lagi

Whatsapp tercatat sebagai salah satu aplikasi paling populer di lintas sistem operasi smartphone selama beberapa tahun terakhir ini. Bahkan di Play Store milik android sendiri, Whatsapp masih memuncakki daftar aplikasi yang paling banyak diunduh.

Mulai Besok, Ponsel-Ponsel Ini Tidak Bisa Gunakan Whatsapp Lagi

Wajar saja, aplikasi besutan Facebook ini memang memiliki banyak keunggulan, selain fungsi utamanya sebagai aplikasi kirim-balas pesan. Lewat aplikasi ini kita bisa membuat group chat dengan mudah, mengirim stiker, gambar bergerak atau gif, Video, audio dan masih banyak lagi.

Whatsapp juga merambah banyak sistem operasi, mulai dari Android, iOS, Windows 10 bahkan Windows Phone. Akan tetapi, Whatsapp akan meninggalkan banyak pelanggan mereka dengan tujuan agar bisa memaksimalkan pengembangan aplikasi.

Pelanggan disini yang dimaksud adalah mereka para pengguna ponsel dengan versi sistem operasi yang sudah jadul. Pernyataan resmi pihak Whatsapp memastikan bahwa per tanggal 1 Februari 2020 atau besok, mereka tidak akan memberikan dukungan lagi kepada para pengguna dengan ponsel tertentu.

Ponsel atau smartphone yang dipastikan harus mengucapkan selamat tinggal kepada Whatsapp antara lain adalah Ponsel dengan OS Android versi 2.3.7, kemudian iOS 7 dan Windows Phone. Khusus untuk Windows phone, dukungan untuk OS Besutan Microsoft tersebut dihentikan di semua versi.

Artinya, Windows 10 Phone yang merupakan versi terbaru dari OS Windows Phone juga dipastikan tidak bisa menggunakan Whatsapp lagi mulai besok. Pihak Whatsapp juga sudah menyampaikan kebijakan ini kepada para pengguna aplikasi yang masih menggunakan versi android tersebut diatas.

“Kami menyarankan Anda untuk memperbarui (sistem operasi ponsel) ke versi yang lebih baru,” tulis WhatsApp dalam laman dukungannya.

Jadi, bagi yang masih menggunakan ponsel dengan sistem operasi tersebut di atas, sebaiknya segera melakukan update. Lantas, bagaimana jika ponsel tersebut memang tidak mendapatkan update terbaru ? Ada dua cara untuk mengatasi hal ini.

Pertama, kalian bisa membeli ponsel baru dengan dukungan sistem operasi minimal Android 4.0.3 atau minimal iOS 8. Kedua, dengan cara ‘memaksa’ ponsel kita agar bisa update ke sistem operasi yang lebih tinggi. Ada banyak cara untuk opsi kedua ini, tergantung pada tipe ponsel yang digunakan.

Cara yang kedua biasanya dikenal dengan istilah ‘Oprek’ atau ‘Mod’. Sistem Operasi terbaru yang nantinya diinstal ke ponsel kita tidak resmi dari vendor ponsel tersebut, melainkan buatan orang atau dikenal dengan istilah Custom ROM.

Menginstal Custom ROM pada ponsel kita tidak bisa dikatakan mudah, namun juga tidak susah. Ada resiko juga yang bisa menimpa ponsel kita, salah satunya gagal booting atau bootlop sampai mati total.

Jadi opsi mana yang akan kamu pilih ?

Alexis Sanchez, Dulu Dibuang, Kini Diharap Pulang

Alexis Sanchez, Dulu Dibuang, Kini Diharap Pulang

Juru Taktik Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tampak seperti ‘menelan ludah’ sendiri. Bagaimana tidak ? Masih teringat jelas perkataan pelatih asal Norwegia tersebut bahwa Alexis Sanchez tak sejalan dengan filosofi Manchester United arahannya. Kini, Solskjaer justru mengaku berencana menarik pulang bintang Chile itu dari masa pinjamannya di Inter Milan.

Alexis Sanchez, Dulu Dibuang, Kini Diharap Pulang

Alexis Sanchez bergabung dengan Manchester United pada musim dingin tahun 2018 lalu. Sejak bergabung, mantan bintang Barcelona ini memang sulit menampilkan performa terbaiknya bersama Setan Merah. Saat Solskjaer masuk menggantikan Jose Mourinho, pemain asal Chile ini mulai terpinggirkan.

Pada musim panas kemarin, Sanchez akhirnya resmi dilepas ke Inter Milan lewat status pinjaman selama semusim. Publik menyayangkan keputusan Manchester United ini, terlebih klub telah kehilangan Romelu Lukaku secara permanen ke klub yang sama. Tapi Solskjaer berdalih bahwa Sanchez memang tak cocok dengan proyeknya di Old Trafford.

Menariknya, seolah menelan ludahnya sendiri Solskjaer justru mengaku akan menarik Sanchez dari masa pinjamannya di Inter Milan.

“Alexis akan kembali di musim panas dan ia akan membuktikan bahwa kita semua salah menilainya,” ujar Solskjaer kepada Manchester Evening News.

Inter Milan tentu saja tidak punya pilihan, mereka tak memiliki klausul untuk menebus Sanchez secara permanen di akhir musim nanti. Di satu sisi, pemain Chile itu juga kerap dilanda cedera.

Manchester United sebenarnya sedang kekurangan amunisi di lini depan saat ini, tapi mereka justru berencana memulangkan Sanchez pada musim panas mendatang. Lantas, akankah ada rencana untuk membeli pemain baru sebelum bursa transfer musim dingin ditutup ? Begini jawaban Solskjaer.

“Saya tidak ingat berapa banyak pemain bagus yang kami datangkan di bulan Januari. Larsson, Vidic dan Evra adalah rekrutan (musim dingin) yang bagus. Namun saya harus ingatkan bahwa bursa transfer ini sangat sulit karena klub-klub enggan melepaskan pemain-pemain terbaik mereka.” Tandasnya.

Sebenarnya, Manchester United tidak begitu terpuruk jika melirik posisi mereka di klasemen sementara Premier League. Klub Berjuluk Setan Merah itu sedang menghuni posisi ke-5, tertinggal enam dari empat besar yang ditempati Chelsea. Hanya saja, performa mereka cenderung tak konsisten. Dari 24 laga yang sudah dimainkan, United sudah telan delapan kekalahan diantaranya.

Heboh Virus Corona, Apa Yang Perlu Diwaspadai ?

Heboh Virus Corona, Apa Yang Perlu Diwaspadai ?

Kemarin, Dunia Olahraga dihebohkan dengan meninggalnya legenda Basket Dunia, Kobe Bryant. Mantan pebasket Lakers tersebut meninggal setelah helikopter yang ditumpanginya mengalami kecelakaan parah. Tapi hebohnya kabar duka ini tak lantas menutupi warta tentang virus Corona yang sudah ‘mendunia’.

Heboh Virus Corona, Apa Yang Perlu Diwaspadai ?

Ya, jauh sebelum kabar duka tentang pebasket legendaris yang meninggal dunia tersebut, kita sudah lebih dulu dihebohkan dengan virus baru, Corona. Virus yang diklaim mematikan tersebut diduga muncul dari Daerah Wuhan, China. Penyebabnya ? Masih jadi teka-teki.

Banyak klaim yang muncul belakangan ini, ada yang menyebut virus tersebut muncul dari sup kelelawar, sampai konspirasi global. Yang jelas, Virus ini memang patut diwaspadai, karena nyawa taruhannya. Namun, ada hal yang jauh lebih perlu diwaspadai, itu adalah informasi yang tersebar di media-media.

Terbukanya kebebasan mempublikasi berita lewat media online tak ubahnya menjadi momok yang lebih menakutkan dibanding virus itu sendiri. Bagaimana tidak ? Seseorang bisa mengklaim ini dan itu tanpa pikir panjang, lantas mengunggahnya di situs online. Informasi yang belum tentu kebenarannya itu tersebar cepat lewat sosial media.

Jika muncul di sosial media, praktis jangkauannya adalah masyarakat luas. Yang jadi masalah, masyarakat dewasa ini banyak yang melahap begitu saja informasi yang mereka dapat tanpa ‘mencerna’ terlebih dahulu. Entah karena gaptek atau ‘malas’, tanpa pikir panjang mereka akan membenarkan informasi tersebut, bahkan memberitahu orang-orang disekitarnya.

Sebenarnya, hal tersebutlah yang jauh lebih perlu diwaspadai. Contoh kecilnya, Virus Corona yang sedang heboh ini dijadikan ‘ajang’ untuk meraup keuntungan pribadi. Banyak media online yang berusaha menciptakan berita terupdate tentang virus tersebut. Misalkan seperti yang baru-baru ini tersebar, informasi yang tersebar menyebut bahwa Virus Corona bisa membuat seseorang bertingkah seperti Zombie.

Padahal, faktanya tidak demikian. Virus Corona justru membuat penderitanya akan merasakan beberapa gejala normal seperti demam dan batuk berkepanjangan, sampai meregang nyawa. Tidak ada dalam sejarah, manusia yang terserang virus akan bertingkah seperti Zombie. Lucunya lagi, Zombie yang digambarkan justru terinspirasi dari film-film fiktif, sungguh ironis.

Informasi yang seperti inilah harusnya lebih diwaspadai ketimbang Virus Corona, karena akan memunculkan anggapan yang salah di kalangan masyarakat. Anggapan yang salah melahirkan pandangan yang salah juga, dan pada akhirnya berujung pada ujaran kebencian, dan bukan tidak mungkin berakhir pada kekerasan.

Singkatnya, fenomena ini dikenal dengan istilah ‘Hoax’, dan Hoax adalah hal yang lebih perlu diwaspadai ketimbang virus itu sendiri.

Soal Virus Corona, kita tak perlu panik. Pencegahannya sangat mudah, beristirahat yang cukup, jaga pola makan, kenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, dan rutin mengkonsumsi buah yang mengandung banyak Vitamin C seperti Pepaya, Kiwi, Strawberry, Jeruk dan sebagainya. Jika semua hal tersebut sudah dilakukan, rasanya tak perlu lagi membaca informasi mengenai virus ini.

Media hanya memanfaatkan momentum untuk menarik minat para pembaca, demi meraup pundi-pundi rupiah tanpa memikirkan dampak besar yang bisa mereka hadirkan. Hoax jauh lebih ‘Mematikan’ ketimbang Virus itu sendiri. Hoax tersebar cepat, lebih cepat dibandingkan Virus, dan juga jauh lebih berbahaya. Karenanya, waspadai Hoax, cerna informasi sebelum ‘menginformasi’.