Dampak Virus Corona, Apple ‘Rumahkan’ 12 Ribu Karyawan

Dampak Virus Corona, Apple ‘Rumahkan’ 12 Ribu Karyawan

Mewabahnya Virus Corona di berbagai belahan dunia membuat sejumlah negara mulai menerapkan tindak pencegahan yang terbilang ekstrem. Tak terkecuali Amerika Serikat, yang mulai menerapkan beberapa kebijakan ketat.

Dampak Virus Corona, Apple ‘Rumahkan’ 12 Ribu Karyawan

Salah satunya, menciptakan keramaian adalah salah satu hal yang dilarang di Negeri paman sam. Akibat kebijakan tersebut, ada cukup banyak dampak yang terjadi. Beberapa perusahaan besar di sana mulai ‘merumahkan’ karyawan mereka.

Raksasa Teknologi, Apple adalah salah satunya. Perusahaan yang dibesut mendiang Steve Jobs tersebut terpaksa harus ‘merumahkan’ 12 Ribu orang karyawan mereka.

Tapi, dirumahkan disini bukan berarti dipecat, sebagaimana Dikutip dari NYPost, semua karyawan di kantor pusat Apple di Apple Park Cupertino, diminta bekerja dari rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah keramaian, sehingga meminimalisir penyebaran wabah Virus Corona.

Faktanya, bukan Cuma Apple yang menerapkan kebijakan tersebut, ada dua perusahaan teknologi lainnya yang melakukan hal serupa. Antara lain Microsoft dan Google.

Kebijakan ini tidak terlepas dari meningkatnya angka penderita Coorna pada Area Santa Clara County, dimana itu adalah wilayah kantor pusat Apple.

Sejauh berita ini diturunkan, setidaknya ada 20 orang yang telah positif terinfeksi virus Corona di wilayah tersebut, karenya pemerintah setempat menghimbau agar tidak ada karyawan yang bekerja di kantor.

Lepas dari kebijakan tersebut, dampak mewabahnya Virus COVID-19 ini juga terbilang signifikan bagi Apple dalam sektor produksi. Pasokan iPhone dan gadget lain terancam bermasalah lantaran pabrik dan rantai suplainya banyak berlokasi di China.

Akan tetapi, Tim Cook selaku CEO Apple tampak sangat optimis bahwa situasi ini akan membaik seiring berjalannya waktu. Hal tersebut karena jumlah penderita Virus Corona cenderung menurun.

“Jika Anda lihat angkanya (penderita baru-red), jumlahnya turun dari hari ke hari. Di situ saya merasa amat optimis,” katanya belum lama ini.

Perlu diketahui, sampai saat ini memang belum ada vaksin untuk wabah COVID-19. Karenanya, beberapa Negara sangat serius melakukan tindak pencegahan. Dengan meminimalisir keramaian, setidaknya bisa mengurangi angka penyebaran virus tersebut.

Bahkan, tindakan pencegahan ini juga membuat beberapa agenda Internasional terancam batal, seperti Olimpiade 2020 yang rencananya digelar di Tokyo, Jepang. Jepang sendiri adalah salah satu negara yang sudah terinfeksi virus Corona.

Selain itu, semua pertandingan sepakbola di Italia juga dipastikan tanpa penonton selama sebulan penuh.

(Corona Effect) Masker, Jahe Merah dan Temulawak Hargamu Kini

(Corona Effect) Masker, Jahe Merah dan Temulawak Hargamu Kini

Virus Corona atau COVID-19 memang jadi perhatian serius masyarkat Dunia setelah penyebarannya begitu cepat selama tiga bulan terakhir.

(Corona Effect) Masker, Jahe Merah dan Temulawak Hargamu Kini

Negara-negara yang sudah melakukan tindak pencegahan sejak dini seperti Italia dan Jepang bahkan juga terkena dampaknya. Indonesia pun sudah, dengan sejauh ini ada dua pasien positif Corona yang berada di kota Depok, Jawa Barat.

Merebaknya virus yang diduga berasal dari Pasar Kota Wuhan ini tak ayal berdampak pada banyak sektor. Sejumlah agenda Internasional terancam batal, seperti MotoGP, Olimpiade 2020 dan masih banyak lagi.

Di kalangan masyarakat sendiri, Wabah Virus Corona sudah menghadirkan Panic Attack atau serangan panik. Begitu kabar Corona sudah menyebar sampai ke tanah air, Masker langsung jadi barang yang langka.

Bagaimana tidak ? Masyarakat berbondong-bondong membeli masker dalam jumlah banyak. Mereka meyakini Masker adalah alat perlindungan agar tidak terinfeksi wabah mematikan ini.

Permintaan pasar yang tinggi dan produksi yang standar lantas membuat Masker jadi barang langka dan sangat mahal harganya. Jika biasanya satu kotak Masker yang berisi 50 pcs dihargai 80 ribu, kini harganya mencapai 200 hingga 250 Ribu !

Padahal, penting diketahui bahwa yang seharusnya menggunakan masker bukanlah kita yang masih sehat, melainkan mereka yang sedang sakit. Mengapa ?

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut sendiri. Ya, memang lebih baik ‘menyumbat’ sumber dari virus itu sendiri agar tidak terkena orang-orang di sekitarnya. Ketimbang, orang-orang disekitarnya yang dilindungi tapi sumber virusnya justru tak tertutupi.

Demikianlah fakta sebenarnya, dan demikianlah anjuran pakar kesehatan. Hanya saja, masyarakat kebanyakan salah kaprah, sehingga maksud hati melakukan tindak pencegahan, mereka justru membuat situasi semakin runyam.

WHO bahkan sampai menghimbau kepada Industri Masker agar meningkatkan produksi mereka. Bukan tanpa sebab, pasalnya tenaga medis di seluruh dunia kekurangan Masker. Padahal, mereka adalah yang paling membutuhkan, dan yang paling rentan terhadap virus ini.

Dalam rilis resminya, Organisasi Kesehatan Dunia tersebut melaporkan bahwa saat ini tenaga medis membutuhkan 89 Juta Masker setiap bulannya untuk tindakan tanggap wabah virus ini.

Di Indonesia sendiri bukan Masker saja yang melambung tinggi harganya karena ‘Corona Effect’ ini, tapi juga Jahe Merah dan Temulawak. Ya, kedua rempah tersebut kini termasuk barang langka dan mahal harganya dipasaran.

Mengapa bisa demikian ?

Belum lama, muncul tips pencegahan Virus Corona. Salah satunya yang dianggap paling efektif adalah dengan rutin mengkonsumsi Jahe Merah dan Temulawak.

Kedua jenis rempah tersebut memiliki kandungan yang bisa menghangatkan suhu tubuh. Virus Corona di satu sisi diklaim tidak bisa bertahan lama pada suhu hangat atau panas.

Mendengar tips tersebut, Masyarakat langsung berburu Jahe Merah dan temulawak. Bahkan, tingginya permintaan pasar tidak bisa diimbangi oleh produsen. Alhasil, kini kedua rempah itu jadi barang yang langka.

Seiring dengan kelangkaan, otomatis harganya juga melambung. Terakhir kali, Jahe Merah dibanderol seharga 80 Ribu per kilo, padahal sebelumnya hanya 25 ribu per kilo. Sedangkan Temulawak kini dibanderol sampai 250 Ribu Per kilo !

Untuk Jahe Merah dan Temulawak memang berbeda kasus dengan Masker. Konsumsi keduanya memang tepat sebagai tindakan pencegahan. Sedang bagi mereka yang sakit, pencegahan seperti itu tidak bisa efektif lagi.

Namun penting juga diketahui, buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti Jeruk, Melon, Nanas, Tomat sampai Strawberry juga bisa dikonsumsi untuk mencegah virus Corona. Vitamin C kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.

“Yang Bilang Ronaldo Lebih Baik dari Messi itu Tidak Paham Sepakbola”

“Yang Bilang Ronaldo Lebih Baik dari Messi itu Tidak Paham Sepakbola”

Cristiano Ronaldo memang telah meninggalkan Real Madrid sejak dua tahun lalu, namun mega bintang Portugal masih tetap dibandingkan dengan Lionel Messi. Tampaknya, perdebatan tentang siapa yang lebih baik antara mereka masih akan terus berlanjut.

“Yang Bilang Ronaldo Lebih Baik dari Messi itu Tidak Paham Sepakbola”

Messi dan Ronaldo memang terlihat seperti bersaing satu sama lain dalam hal prestasi individu. Persaingan keduanya sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade terakhir. Messi memenangkan 6 gelar Ballon d’Or, sementara Ronaldo baru mengoleksi lima.

Rivalitas keduanya tampak semakin memanas, semenjak kedatangan Cristiano Ronaldo di Real Madrid pada tahun 2009 silam. Pasalnya, Messi merupakan pentolan utama Barcelona yang merupakan rival abadi Real Madrid.

Setelah sembilan tahun berlalu, Ronaldo meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Juventus, tepatnya pada tahun 2018 lalu. Meski begitu, rivalitasnya dengan Messi ternyata masih tetap diperbincangkan sampai sekarang.

Banyak yang menganggap bahwa Cristiano Ronaldo lebih baik dibandingkan Messi. Meskipun memenangkan Ballon d’Or lebih sedikit, tapi sosok berusia 35 tahun itu mampu bersinar di empat klub berbeda sepanjang karirnya.

Ronaldo tampil cemerlang bersama Sporting CP, Manchester United, Real Madrid dan sekarang Juventus. Sedangkan Messi hanya membela Barcelona sepanjang karirnya sejauh ini.

Di satu sisi, Ronaldo juga telah mencatat prestasi di panggung Internasional bersama dengan Timnas Portugal pada ajang Piala Eropa 2016 lalu. Sedangkan Messi belum memenangkan gelar apapun bersama Timnas Argentina.

Namun, pandangan yang berbeda diutarakan legenda AC Milan, Marco Van Basten. Menurutnya, hanya mereka yang tidak mengerti sepakbola bisa mengatakan bahwa Ronaldo lebih baik dari Messi.

“Cristiano Ronaldo adalah pemain hebat, tetapi mereka yang mengklaim bahwa dia lebih baik daripada Messi, tidak mengerti apa-apa tentang sepak bola atau mengatakannya dengan niat buruk,” kata Marco Van Basten kepada Corriere della Sera.

Lebih lanjut, legenda sepakbola Belanda ini menilai bahwa pemain seperti Lionel Messi tidak memiliki suksesor. Dia adalah bakat alami sepakbola yang hanya muncul sekali dalam 50 atau 100 tahun.

“Messi itu unik, tidak dapat diduplikasi dan tidak dapat diulang. Pemain seperti dia muncul setiap 50 atau 100 tahun. Sebagai seorang anak dia jatuh ke pot jenius sepak bola,” ucap Marco Van Basten.

Liverpool Gagal Unbeaten, Klopp : Biasa Aja Tuh !

Liverpool Gagal Unbeaten, Klopp : Biasa Aja Tuh !

Liverpool dipastikan gagal mengikuti jejak Arsenal untuk mencatatkan rekor unbeaten atau rekor tak terkalahkan di sepanjang musim. Kekalahan perdana akhirnya ditelan pasukan Jurgen Klopp saat berhadapan dengan Watford, Sabtu kemarin.

Liverpool Gagal Unbeaten, Klopp : Biasa Aja Tuh !

Sebagaimana diketahui, Liverpool berhadapan dengan Watford dalam lanjutan Premier League pekan ke-28, Sabtu malam kemarin (29/02). Pada pertandingan tersebut, secara mengejutkan Tim Marseyside takluk dari tuan rumah.

Ya, setelah 44 pertandingan tanpa terkalahkan, pasukan Jurgen Klopp akhirnya telah kekalahan perdana mereka di ajang Premier League.

Tak tanggung-tanggung, Watford yang berhasil menghadirkan kekalahan perdana dalam pertandingan tersebut menghajar The Reds dengan skor telak 3-0.

Meski kekalahan adalah hal yang biasa dalam sepakbola, tapi kekalahan pertama Liverpool ini menjadi pembicaraan di kalangan para penikmat sepakbola. Wajar saja, karena pasukan Jurgen Klopp tak pernah telan kekalahan sejak pekan pertama premier league musim ini.

Mereka sudah sangat dekat dengan rekor invincibles yang pernah dicatatkan Arsenal pada musim 2003/04 silam.

Menariknya, Manajer Jurgen Klopp menanggapi santai kekalahan tersebut. Dia mengakui bahwa Watford memang layak menang, tapi kekalahan timnya tak perlu dibesar-besarkan.

“Kami telah kalah dalam sebuah pertandingan. Situasinya hari ini cukup sulit dan sulit untuk menjelaskan mengapa malam ini kami kalah. Namun saya rasa kekalahan ini seharusnya tidak menjadi sensasi terbesar di dunia sepakbola.” Kata Klopp kepada Goal International.

Meski demikian, manajer asal Jerman mengakui bahwa para pemainnya kecewa dengan kekalahan perdana ini, tapi tak lantas menganggapnya sebagai sebuah bencana besar.

“Apa yang bisa saya katakan sekarang, apakah kekalahan ini tidak bisa diterima? Kami bukannya menyepelekan kekalahan ini karena kami memenangkan banyak sekali pertandingan, namun kami merasa bahwa kekalahan ini bukan bencana terbesar di dunia sepakbola.” ia menandaskan.

Kekalahan ini tentu saja membuat Liverpool kehilangan tiga poin, tapi saat ini mereka masih memimpin klasemen sementara Premier League dengan keunggulan 22 poin atas Manchester City.

Artinya, The Reds masih berpeluang besar untuk memenangkan gelar Liga Primer Inggris di akhir musim nanti. Yang jelas, mereka harus kembali dengan kepala tegak, menatap laga berikutnya dengan target kemenangan.