(Corona Effect) Masker, Jahe Merah dan Temulawak Hargamu Kini

(Corona Effect) Masker, Jahe Merah dan Temulawak Hargamu Kini

Virus Corona atau COVID-19 memang jadi perhatian serius masyarkat Dunia setelah penyebarannya begitu cepat selama tiga bulan terakhir.

(Corona Effect) Masker, Jahe Merah dan Temulawak Hargamu Kini

Negara-negara yang sudah melakukan tindak pencegahan sejak dini seperti Italia dan Jepang bahkan juga terkena dampaknya. Indonesia pun sudah, dengan sejauh ini ada dua pasien positif Corona yang berada di kota Depok, Jawa Barat.

Merebaknya virus yang diduga berasal dari Pasar Kota Wuhan ini tak ayal berdampak pada banyak sektor. Sejumlah agenda Internasional terancam batal, seperti MotoGP, Olimpiade 2020 dan masih banyak lagi.

Di kalangan masyarakat sendiri, Wabah Virus Corona sudah menghadirkan Panic Attack atau serangan panik. Begitu kabar Corona sudah menyebar sampai ke tanah air, Masker langsung jadi barang yang langka.

Bagaimana tidak ? Masyarakat berbondong-bondong membeli masker dalam jumlah banyak. Mereka meyakini Masker adalah alat perlindungan agar tidak terinfeksi wabah mematikan ini.

Permintaan pasar yang tinggi dan produksi yang standar lantas membuat Masker jadi barang langka dan sangat mahal harganya. Jika biasanya satu kotak Masker yang berisi 50 pcs dihargai 80 ribu, kini harganya mencapai 200 hingga 250 Ribu !

Padahal, penting diketahui bahwa yang seharusnya menggunakan masker bukanlah kita yang masih sehat, melainkan mereka yang sedang sakit. Mengapa ?

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut sendiri. Ya, memang lebih baik ‘menyumbat’ sumber dari virus itu sendiri agar tidak terkena orang-orang di sekitarnya. Ketimbang, orang-orang disekitarnya yang dilindungi tapi sumber virusnya justru tak tertutupi.

Demikianlah fakta sebenarnya, dan demikianlah anjuran pakar kesehatan. Hanya saja, masyarakat kebanyakan salah kaprah, sehingga maksud hati melakukan tindak pencegahan, mereka justru membuat situasi semakin runyam.

WHO bahkan sampai menghimbau kepada Industri Masker agar meningkatkan produksi mereka. Bukan tanpa sebab, pasalnya tenaga medis di seluruh dunia kekurangan Masker. Padahal, mereka adalah yang paling membutuhkan, dan yang paling rentan terhadap virus ini.

Dalam rilis resminya, Organisasi Kesehatan Dunia tersebut melaporkan bahwa saat ini tenaga medis membutuhkan 89 Juta Masker setiap bulannya untuk tindakan tanggap wabah virus ini.

Di Indonesia sendiri bukan Masker saja yang melambung tinggi harganya karena ‘Corona Effect’ ini, tapi juga Jahe Merah dan Temulawak. Ya, kedua rempah tersebut kini termasuk barang langka dan mahal harganya dipasaran.

Mengapa bisa demikian ?

Belum lama, muncul tips pencegahan Virus Corona. Salah satunya yang dianggap paling efektif adalah dengan rutin mengkonsumsi Jahe Merah dan Temulawak.

Kedua jenis rempah tersebut memiliki kandungan yang bisa menghangatkan suhu tubuh. Virus Corona di satu sisi diklaim tidak bisa bertahan lama pada suhu hangat atau panas.

Mendengar tips tersebut, Masyarakat langsung berburu Jahe Merah dan temulawak. Bahkan, tingginya permintaan pasar tidak bisa diimbangi oleh produsen. Alhasil, kini kedua rempah itu jadi barang yang langka.

Seiring dengan kelangkaan, otomatis harganya juga melambung. Terakhir kali, Jahe Merah dibanderol seharga 80 Ribu per kilo, padahal sebelumnya hanya 25 ribu per kilo. Sedangkan Temulawak kini dibanderol sampai 250 Ribu Per kilo !

Untuk Jahe Merah dan Temulawak memang berbeda kasus dengan Masker. Konsumsi keduanya memang tepat sebagai tindakan pencegahan. Sedang bagi mereka yang sakit, pencegahan seperti itu tidak bisa efektif lagi.

Namun penting juga diketahui, buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti Jeruk, Melon, Nanas, Tomat sampai Strawberry juga bisa dikonsumsi untuk mencegah virus Corona. Vitamin C kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *