Perokok Ternyata Memang Lebih Kebal dari Virus Corona, Tapi…

Perokok Ternyata Memang Lebih Kebal dari Virus Corona, Tapi…

Kebanyakan Ilmuwan sepakat bahwa mereka para perokok lebih rentan terjangkiti Virus Covid-19 ini, namun fakta yang ada di lapangan justru sebaliknya.

Perokok Ternyata Memang Lebih Kebal dari Virus Corona, Tapi…..

Jika berbicara peluang, perokok memiliki paru-paru yang tidak sehat tentu saja lebih berpeluang terjangkiti Virus Covid-19. Pasalnya ada beberapa zat kimia pada rokok yang mereka hisap membawa dampak buruk.

Namun, saat berbicara tentang jumlah pasien covid-19, ternyata hanya segelintir saja yang diketahui sebagai perokok aktif.

Sebuah riset yang dilakukan Dr Nicola Gaibazzi di Parma, Italia. Diungkap bahwa dari 441 pasien COVID-19 yang dirawat di RS, hanya 5 persen yang perokok. Dengan demikian, berarti sebanyak 95 persen pasien covid-19 terdiri dari bukan perokok, atau mungkin mantan perokok aktif.

Namun yang perlu dicatat, mereka pasien covid yang merupakan perokok aktif ternyata memiliki resiko kematian lebih tinggi dibandingkan yang bukan perokok. Persentasenya, 47 persen tingkat resiko kematian. Sedikit lebih besar dari bukan perokok (35 %) dan yang Eks Perokok (31 %)

Kesimpulannya, memang sedikit sekali perokok yang terjangkiti virus ini, tapi sekalinya terjangkit resikonya adalah meninggal dunia.

“Studi ini berguna karena ada dugaan perokok mungkin membawa semacam mekanisme perlindungan dari infeksi SARS-CoV-2 yang bergejala,” kata Gaibazzi.

Menariknya, sebuah studi yang dilakukan oleh University College London (UCL) juga menunjukkan data yang mirip. 28 Studi dilakukan, hasilnya hanya ada 23 ribu perokok aktif yang terjangkit wabah ini di beberapa negara seperti China, Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan Korea Selatan.

Hasilnya, dari populasi perokok di negara-negara itu, yang kena COVID-19 cuma 10-25 persen, kecuali Korea Selatan yang hampir seluruh perokoknya kena COVID-19. Tapi, data yang sama juga menunjukkan bahwa 43 persen perokok yang terjangkit merasakan gejala lebih parah.

Profesor Linda Bauld dari University of Edinburgh menilai bahwa sistem kekebalan ekstra dari para perokok ini mungkin karena nikotin yang mereka hirup, tapi di satu sisi juga mengakibatkan efek yang lebih buruk.

“Mungkin perokok lebih tidak kena kondisi itu karena nikotin. Tapi yang penting dalam riset UCL, ketika perokok ini kena COVID-19, akibatnya jauh lebih buruk,” kata Bauld.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *