Barcelona Ternyata Sempat Coba Datangkan Edinson Cavani

Barcelona Ternyata Sempat Coba Datangkan Edinson Cavani

Bursa transfer musim dingin memang sudah berakhir, namun tidak semua yang terjadi di sepanjang bulan Januari lalu terungkap ke publik. Salah satunya adalah manuver yang dilakukan Barcelona untuk memboyong Striker Uruguay, Edinson Cavani.

Barcelona Ternyata Sempat Coba Datangkan Edinson Cavani

Sebagaimana diketahui, sepanjang bursa transfer musim dingin kemarin ada banyak spekulasi terkait masa depan Edinson Cavani. Striker asal Uruguay itu diberitakan ingin angkat kaki dari PSG setelah tidak lagi menjadi pilihan utama pada tim arahan Thomas Tuchel.

Sementara itu, Barcelona di satu sisi memang sedang membutuhkan striker anyar. Sosok yang mereka andalkan selama ini, Luis Suarez dipastikan menepi sampai akhir musim nanti. Situasinya juga semakin sulit bagi Barcelona, setelah mendapati Ousmane Dembele cedera dalam sesi latihan.

Hanya saja, nama Barcelona tidak muncul dalam daftar spekulasi masa depan Cavani pada musim dingin kemarin. Akan tetapi, L’Equipe mengklaim bahwa Raksasa Catalan juga ikut terjun dalam perburuan sang pemain.

Laporan itu melansir bahwa Barcelona ingin menjadikan Cavani sebagai solusi jangka pendek untuk lini serang mereka. Setidaknya sampai akhir musim ini. Bahkan, kabarnya Barcelona begitu serius dalam usaha mereka merekrut eks Napoli.

Sayangnya, media yang sama mengklaim bahwa tawaran Barcelona ditolak mentah-mentah oleh Cavani. Disebutkan bahwa Cavani memang diberitakan ingin pindah ke Spanyol. Ia sudah lama ingin mencicipi kerasnya pertarungan di La Liga sebelum gantung sepatu.

Akan tetapi, yang bersangkutan sudah mencapai kesepakatan terlebih dulu dengan Atletico madrid. Alasan tersebut juga yang membuat Cavani tidak bisa menerima pinangan dari Barcelona.

Barcelona memiliki waktu sekitar satu minggu untuk membeli pemain baru setelah mereka mendapatkan kompensasi dari La Liga. Mereka bakal mendatangkan penyerang baru untuk menggantikan Ousmane Dembele dan Luis Suarez yang berpotensi absen hingga akhir musim nanti.

Belum diketahui, siapa nama striker yang akan didatangkan Barcelona. Yang jelas, Ansu Fati masih terlalu muda dan masih perlu istirahat pasca cedera lutut. Sedangkan Antoine Griezmann belum begitu bisa diandalkan.

Setelah Messi, Giliran Jordi Alba Yang Kritik Eric Abidal

Setelah Messi, Giliran Jordi Alba Yang Kritik Eric Abidal

Tudingan yang ditujukan Eric Abidal kepada para pemain Barcelona terkait pemecatan Ernesto Valverde memunculkan kecaman dari kapten tim, Lionel Messi. Tak hanya Messi, bek Jordi Alba juga ikut mengkritik sosok yang bekerja sebagai direktur olahraga klub tersebut.

Setelah Messi, Giliran Jordi Alba Yang Kritik Eric Abidal

Awal Januari lalu, Barcelona mendepak Ernesto Valverde dari kursi manajer. Pemecatannya sudah sebulan berlalu, tapi masih jadi perbincangan hingga kini. Yang menjadi penyebabnya adalah tudingan dari direktur olahraga klub, Eric Abidal.

Sosok yang juga merupakan legenda Barcelona itu secara tersirat menuding para pemain Barcelona terlibat dalam pemecatan Valverde. Dia menilai bahwa beberapa pemain secara sengaja tampil dibawah standar agar klub mendapat hasil negatif, dan ujung-ujungnya pelatih yang didepak.

Tudingan ini tak diterima oleh kapten tim, Lionel Messi. Kendati tak menyebutkan nama secara detail, tapi sikap Abidal yang menyalahkan para pemain Barcelona membuat Messi geram. Lewat akun instagramnya, mega bintang Argentina tersebut lantas menyerang sang legenda klub.

Menurutnya, tidak selayaknya pemain disalahkan atas periode buruk terlebih pemecatan pelatih. Semua pihak dalam klub juga harus ikut bertanggung jawab atas periode negatif yang dialami Barcelona. Tak ayal, komentar Messi ini memicu munculnya kabar konflik internal di kubu Raksasa Catalan.

Menariknya, tak lama berselang setelah komentar Messi tersebut, giliran Jordi Alba yang mengecam komentar Eric Abidal. Bek andalan Barcelona tersebut meminta Abidal untuk tidak memperkeruh suasana, sebagaimana belakangan klub diterpa banyak isu tak sedap oleh media-media.

“Klub ini mendapat cukup kotoran yang dilemparkan dari luar. Jadi kita tidak harus melempar kotoran pada diri kita sendiri,”

“Abidal adalah seorang pemain; ia dicintai oleh para penggemar, dan itu sebabnya ia harusnya tahu bagaimana rasanya di dalam ruang ganti dan bagaimana perasaan para pemain,” ketus Alba seperti dilansir ESPN FC.

Pemecatan Valverde sejatinya bukan tanpa dasar. Sejak awal musim ini, klub memang mendapati hasil yang tidak konsisten. Puncaknya adalah saat Barcelona dikalahkan Atletico Madrid pada babak semifinal Piala Super Spanyol. Sehari berselang, Valverde didepak dari kursi manajer.

Barcelona lantas menunjuk Quique Setien untuk menjadi penerusnya. Mantan pelatih Real Betis tersebut sejauh ini menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Hanya saja, hasil tidak memihak raksasa Catalan.

Dari lima laga perdananya sebagai pelatih Barcelona, Setien mengemas tiga kemenangan dan telan dua kekalahan diantaranya. Terbaru, Los Blaugrana takluk dari Athletic Bilbao pada babak perempat final Copa Del Rey musim ini.

Sebelumnya, kekalahan dari Valencia juga membuat Barcelona harus rela tergusur di puncak klasemen sementara. Kini mereka tertinggal tiga poin dari Real Madrid yang menduduki singgasana.

Periode negatif inipun semakin diperkeruh dengan cederanya dua penyerang andalan, Ousmane Dembele dan Luis Suarez. Keduanya bahkan diyakini akan absen di sisa kampanye musim ini.

Apakah Neymar Suksesor Yang Tepat Untuk Messi di Barcelona ?

Apakah Neymar Suksesor Yang Tepat Untuk Messi di Barcelona ?

Terhitung sejak tahun 2004 silam hingga sekarang, Barcelona begitu mengandalkan Lionel Messi dalam usaha mereka mencapai target juara di akhir musim. Raksasa Catalan tampak sangat bergantung pada mega bintang Argentina tersebut.

Apakah Neymar Suksesor Yang Tepat Untuk Messi di Barcelona ?

Pelatih datang silih berganti, namun Messi tetap jadi andalan Barcelona. Begitu juga dengan komposisi pemain yang sudah mengalami perubahan beberapa kali. Selama Messi masih jadi tumpuan utama, pelatih dan pemain lain seolah hanya ‘pendukung’ saja dalam usaha klub memenangi trofi.

Messi sudah memenangi 34 gelar juara bersama Barcelona sejauh ini, termasuk diantaranya 10 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions Eropa. Di usianya yang akan segera menginjak 33 tahun, Messi masih produktif musim ini.

Tapi sekali lagi, Messi sudah cukup tua, masa pensiunnya sudah dekat. Artinya, sudah menjadi kewajiban bagi Barcelona untuk mencari penerus yang tepat bagi sosok berjuluk la Pulga tersebut. Belakangan, nama Neymar mencuat ke permukaan.

Mega Bintang Brazil tersebut sejatinya sempat berkostum Barcelona bahkan meraup sukses. Tepatnya sejak diboyong dari Santos pada tahun 2013. Dia bertandem dengan Messi dan Suarez, duet ini menghasilkan treble winner di tahun 2015.

Dua tahun berselang, tepatnya di tahun 2017, Neymar memecahkan rekor transfer dunia dengan memutuskan hengkang ke Paris Saint-Germain. Sejak ditinggal Neymar, Barca memang tak pernah memenangkan liga Champions lagi sampai sekarang.

Tapi, kehadiran Messi membuat Barcelona masih bisa merengkuh titel lainnya seperti la Liga dan Copa Del Rey. Namun tetap saja, Raksasa Catalan merindukan gelar Liga Champions Eropa yang terakhir kali diraih pada tahun 2015.

Hingga muncul gagasan untuk memulangkan Neymar pada musim panas kemarin. Barcelona sudah melakukan upaya maksimal untuk mengembalikan bintang Brazil tersebut ke Camp Nou. Di satu sisi, Neymar juga sepakat, tapi PSG masih tak rela kehilangan bintang utama mereka tersebut.

Juara bertahan Ligue 1 Prancis mematok banderol yang sangat tinggi untuk pemain 27 tahun ini. Barcelona mundur, Neymar tetap bertahan di PSG, tapi tidak selesai sampai disini. Barcelona dipercaya masih akan mengupayakan kepulangan Neymar pada musim panas mendatang.

Rencana kepulangan Neymar ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan tandem yang tepat bagi Messi di lini depan. Atau, sebagai bagian dari usaha mereka meraih gelar Liga Champions Eropa lagi. Jauh dari itu, tujuannya adalah menjadikan Neymar sebagai suksesor Messi.

Pertanyaannya, apakah Neymar adalah sosok yang tepat untuk dijadikan suksesor Messi ? Jika bicara performa, mungkin saja pemain Brazil adalah sosok yang tepat. Tapi dari segi usia, tampaknya ini bukan solusi yang bagus.

Barcelona mengandalkan Messi selama lebih dari 15 tahun terakhir, sedangkan Neymar saat ini akan berusia 28 tahun. Rasanya, paling lama kemampuannya di level top hanya bertahan 7 tahun ke depan saja, atau sampai yang bersangkutan berusia 35 tahun.

Dengan kata lain, Neymar bukan penerus jangka panjang yang tepat untuk Messi. Tapi, jika Barcelona memang hanya mencari solusi singkat, mereka bisa mempertimbangkan Bintang Brazil tersebut. Tapi dari segi statistik per musim, faktanya Messi masih unggul segalanya dibanding Neymar.