“Yang Bilang Ronaldo Lebih Baik dari Messi itu Tidak Paham Sepakbola”

“Yang Bilang Ronaldo Lebih Baik dari Messi itu Tidak Paham Sepakbola”

Cristiano Ronaldo memang telah meninggalkan Real Madrid sejak dua tahun lalu, namun mega bintang Portugal masih tetap dibandingkan dengan Lionel Messi. Tampaknya, perdebatan tentang siapa yang lebih baik antara mereka masih akan terus berlanjut.

“Yang Bilang Ronaldo Lebih Baik dari Messi itu Tidak Paham Sepakbola”

Messi dan Ronaldo memang terlihat seperti bersaing satu sama lain dalam hal prestasi individu. Persaingan keduanya sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade terakhir. Messi memenangkan 6 gelar Ballon d’Or, sementara Ronaldo baru mengoleksi lima.

Rivalitas keduanya tampak semakin memanas, semenjak kedatangan Cristiano Ronaldo di Real Madrid pada tahun 2009 silam. Pasalnya, Messi merupakan pentolan utama Barcelona yang merupakan rival abadi Real Madrid.

Setelah sembilan tahun berlalu, Ronaldo meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Juventus, tepatnya pada tahun 2018 lalu. Meski begitu, rivalitasnya dengan Messi ternyata masih tetap diperbincangkan sampai sekarang.

Banyak yang menganggap bahwa Cristiano Ronaldo lebih baik dibandingkan Messi. Meskipun memenangkan Ballon d’Or lebih sedikit, tapi sosok berusia 35 tahun itu mampu bersinar di empat klub berbeda sepanjang karirnya.

Ronaldo tampil cemerlang bersama Sporting CP, Manchester United, Real Madrid dan sekarang Juventus. Sedangkan Messi hanya membela Barcelona sepanjang karirnya sejauh ini.

Di satu sisi, Ronaldo juga telah mencatat prestasi di panggung Internasional bersama dengan Timnas Portugal pada ajang Piala Eropa 2016 lalu. Sedangkan Messi belum memenangkan gelar apapun bersama Timnas Argentina.

Namun, pandangan yang berbeda diutarakan legenda AC Milan, Marco Van Basten. Menurutnya, hanya mereka yang tidak mengerti sepakbola bisa mengatakan bahwa Ronaldo lebih baik dari Messi.

“Cristiano Ronaldo adalah pemain hebat, tetapi mereka yang mengklaim bahwa dia lebih baik daripada Messi, tidak mengerti apa-apa tentang sepak bola atau mengatakannya dengan niat buruk,” kata Marco Van Basten kepada Corriere della Sera.

Lebih lanjut, legenda sepakbola Belanda ini menilai bahwa pemain seperti Lionel Messi tidak memiliki suksesor. Dia adalah bakat alami sepakbola yang hanya muncul sekali dalam 50 atau 100 tahun.

“Messi itu unik, tidak dapat diduplikasi dan tidak dapat diulang. Pemain seperti dia muncul setiap 50 atau 100 tahun. Sebagai seorang anak dia jatuh ke pot jenius sepak bola,” ucap Marco Van Basten.

Sejauh Ini, Messi Jadi Raja Gol dan Assist di La Liga 2019/20

Sejauh Ini, Messi Jadi Raja Gol dan Assist di La Liga 2019/20

Usia tampaknya tidak menghalangi beberapa pemain sepakbola untuk tetap tampil gemilang, contohnya Lionel Messi. Mega bintang Argentina tersebut kini sudah berusia 32 tahun, namun begitu dia justru berhasil mencatatkan diri sebagai raja gol dan assist di La Liga musim 2019/20 ini.

Sejauh Ini, Messi Jadi Raja Gol dan Assist di La Liga 2019/20

Barcelona baru saja memainkan Jornada ke-25 La Liga Spanyol pada Sabtu malam WIB tadi (22/02). Pada pertandingan tersebut, raksasa Catalan yang bermain sebagai tuan rumah berhasil menang telak dengan skor 5-0.

Kapten sekaligus bintang utama klub, Lionel Messi menjadi aktor dibalik kemenangan Pasukan Quique Setien. Messi yang kini sudah berusia 32 tahun mencetak empat gol dalam pertandingan tersebut, sedangkan satu gol lagi dicetak Arthur.

Bermain di kandang sendiri, Barcelona tampak sangat percaya diri sejak menit pertama. Alhasil saat laga baru memasuki menit ke-14, mereka sudah berhasil unggul berkat gol yang dicetak Lionel Messi.

Sang Kapten lantas kembali mencetak dua gol sebelum turun minum, masing-masing di menit ke-37 dan 40. Di babak kedua, Eibar tampak lebih berbahaya, namun Barcelona masih terlalu hebat bagi mereka. Alhasil, tiga menit jelang bubaran Messi kembali mencetak gol ke gawang tim tamu.

Tak cukup sampai disitu, Barcelona benar-benar memastikan kemenangan mereka dengan gol Arthur di menit ke-89. Raksasa Catalan menang 5-0, Messi menjadi aktor kemenangan tersebut dengan torehan quattricknya.

Dengan tambahan empat gol tersebut, kini Lionel Messi menjadi raja gol sementara di La Liga. Pemain berusia 32 tahun, sudah mencetak 18 gol di La Liga. Unggul lima gol dari Karim Benzema yang berada di urutan kedua dalam daftar top skorer sementara.

Tidak sampai disitu, Lionel Messi juga menjadi raja assist di La Liga musim ini. Dia memang tidak mencetak assist di laga melawan Eibar, namun faktanya sejauh ini pemain Argentina sudah mencatatkan 12 assist di kompetisi kasta tertinggi Spanyol tersebut.

Sebagai informasi, ada tiga pemain lain yang mengekor Messi dalam daftar assist terbanyak La Liga Musim ini, antara lain Rodrigo, Portu dan Luis Suarez, tapi ketiganya baru mengoleksi 7 assist.

Catatan ini seolah menjadi bukti bahwa Lionel Messi masih tajam di usianya yang sudah uzur. Juga, menjadi bukti bahwa La Pulga sudah melupakan konflik yang sempat melibatkan dirinya dengan direktur olahraga klub, Eric Abidal beberapa waktu lalu.

Yang jadi pertanyaan, akankah Messi kembali gemilang saat bersua ke markas Napoli di ajang Liga Champions Eropa pekan depan ?

Setelah Messi, Giliran Jordi Alba Yang Kritik Eric Abidal

Setelah Messi, Giliran Jordi Alba Yang Kritik Eric Abidal

Tudingan yang ditujukan Eric Abidal kepada para pemain Barcelona terkait pemecatan Ernesto Valverde memunculkan kecaman dari kapten tim, Lionel Messi. Tak hanya Messi, bek Jordi Alba juga ikut mengkritik sosok yang bekerja sebagai direktur olahraga klub tersebut.

Setelah Messi, Giliran Jordi Alba Yang Kritik Eric Abidal

Awal Januari lalu, Barcelona mendepak Ernesto Valverde dari kursi manajer. Pemecatannya sudah sebulan berlalu, tapi masih jadi perbincangan hingga kini. Yang menjadi penyebabnya adalah tudingan dari direktur olahraga klub, Eric Abidal.

Sosok yang juga merupakan legenda Barcelona itu secara tersirat menuding para pemain Barcelona terlibat dalam pemecatan Valverde. Dia menilai bahwa beberapa pemain secara sengaja tampil dibawah standar agar klub mendapat hasil negatif, dan ujung-ujungnya pelatih yang didepak.

Tudingan ini tak diterima oleh kapten tim, Lionel Messi. Kendati tak menyebutkan nama secara detail, tapi sikap Abidal yang menyalahkan para pemain Barcelona membuat Messi geram. Lewat akun instagramnya, mega bintang Argentina tersebut lantas menyerang sang legenda klub.

Menurutnya, tidak selayaknya pemain disalahkan atas periode buruk terlebih pemecatan pelatih. Semua pihak dalam klub juga harus ikut bertanggung jawab atas periode negatif yang dialami Barcelona. Tak ayal, komentar Messi ini memicu munculnya kabar konflik internal di kubu Raksasa Catalan.

Menariknya, tak lama berselang setelah komentar Messi tersebut, giliran Jordi Alba yang mengecam komentar Eric Abidal. Bek andalan Barcelona tersebut meminta Abidal untuk tidak memperkeruh suasana, sebagaimana belakangan klub diterpa banyak isu tak sedap oleh media-media.

“Klub ini mendapat cukup kotoran yang dilemparkan dari luar. Jadi kita tidak harus melempar kotoran pada diri kita sendiri,”

“Abidal adalah seorang pemain; ia dicintai oleh para penggemar, dan itu sebabnya ia harusnya tahu bagaimana rasanya di dalam ruang ganti dan bagaimana perasaan para pemain,” ketus Alba seperti dilansir ESPN FC.

Pemecatan Valverde sejatinya bukan tanpa dasar. Sejak awal musim ini, klub memang mendapati hasil yang tidak konsisten. Puncaknya adalah saat Barcelona dikalahkan Atletico Madrid pada babak semifinal Piala Super Spanyol. Sehari berselang, Valverde didepak dari kursi manajer.

Barcelona lantas menunjuk Quique Setien untuk menjadi penerusnya. Mantan pelatih Real Betis tersebut sejauh ini menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Hanya saja, hasil tidak memihak raksasa Catalan.

Dari lima laga perdananya sebagai pelatih Barcelona, Setien mengemas tiga kemenangan dan telan dua kekalahan diantaranya. Terbaru, Los Blaugrana takluk dari Athletic Bilbao pada babak perempat final Copa Del Rey musim ini.

Sebelumnya, kekalahan dari Valencia juga membuat Barcelona harus rela tergusur di puncak klasemen sementara. Kini mereka tertinggal tiga poin dari Real Madrid yang menduduki singgasana.

Periode negatif inipun semakin diperkeruh dengan cederanya dua penyerang andalan, Ousmane Dembele dan Luis Suarez. Keduanya bahkan diyakini akan absen di sisa kampanye musim ini.

Apakah Neymar Suksesor Yang Tepat Untuk Messi di Barcelona ?

Apakah Neymar Suksesor Yang Tepat Untuk Messi di Barcelona ?

Terhitung sejak tahun 2004 silam hingga sekarang, Barcelona begitu mengandalkan Lionel Messi dalam usaha mereka mencapai target juara di akhir musim. Raksasa Catalan tampak sangat bergantung pada mega bintang Argentina tersebut.

Apakah Neymar Suksesor Yang Tepat Untuk Messi di Barcelona ?

Pelatih datang silih berganti, namun Messi tetap jadi andalan Barcelona. Begitu juga dengan komposisi pemain yang sudah mengalami perubahan beberapa kali. Selama Messi masih jadi tumpuan utama, pelatih dan pemain lain seolah hanya ‘pendukung’ saja dalam usaha klub memenangi trofi.

Messi sudah memenangi 34 gelar juara bersama Barcelona sejauh ini, termasuk diantaranya 10 gelar La Liga dan 4 trofi Liga Champions Eropa. Di usianya yang akan segera menginjak 33 tahun, Messi masih produktif musim ini.

Tapi sekali lagi, Messi sudah cukup tua, masa pensiunnya sudah dekat. Artinya, sudah menjadi kewajiban bagi Barcelona untuk mencari penerus yang tepat bagi sosok berjuluk la Pulga tersebut. Belakangan, nama Neymar mencuat ke permukaan.

Mega Bintang Brazil tersebut sejatinya sempat berkostum Barcelona bahkan meraup sukses. Tepatnya sejak diboyong dari Santos pada tahun 2013. Dia bertandem dengan Messi dan Suarez, duet ini menghasilkan treble winner di tahun 2015.

Dua tahun berselang, tepatnya di tahun 2017, Neymar memecahkan rekor transfer dunia dengan memutuskan hengkang ke Paris Saint-Germain. Sejak ditinggal Neymar, Barca memang tak pernah memenangkan liga Champions lagi sampai sekarang.

Tapi, kehadiran Messi membuat Barcelona masih bisa merengkuh titel lainnya seperti la Liga dan Copa Del Rey. Namun tetap saja, Raksasa Catalan merindukan gelar Liga Champions Eropa yang terakhir kali diraih pada tahun 2015.

Hingga muncul gagasan untuk memulangkan Neymar pada musim panas kemarin. Barcelona sudah melakukan upaya maksimal untuk mengembalikan bintang Brazil tersebut ke Camp Nou. Di satu sisi, Neymar juga sepakat, tapi PSG masih tak rela kehilangan bintang utama mereka tersebut.

Juara bertahan Ligue 1 Prancis mematok banderol yang sangat tinggi untuk pemain 27 tahun ini. Barcelona mundur, Neymar tetap bertahan di PSG, tapi tidak selesai sampai disini. Barcelona dipercaya masih akan mengupayakan kepulangan Neymar pada musim panas mendatang.

Rencana kepulangan Neymar ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan tandem yang tepat bagi Messi di lini depan. Atau, sebagai bagian dari usaha mereka meraih gelar Liga Champions Eropa lagi. Jauh dari itu, tujuannya adalah menjadikan Neymar sebagai suksesor Messi.

Pertanyaannya, apakah Neymar adalah sosok yang tepat untuk dijadikan suksesor Messi ? Jika bicara performa, mungkin saja pemain Brazil adalah sosok yang tepat. Tapi dari segi usia, tampaknya ini bukan solusi yang bagus.

Barcelona mengandalkan Messi selama lebih dari 15 tahun terakhir, sedangkan Neymar saat ini akan berusia 28 tahun. Rasanya, paling lama kemampuannya di level top hanya bertahan 7 tahun ke depan saja, atau sampai yang bersangkutan berusia 35 tahun.

Dengan kata lain, Neymar bukan penerus jangka panjang yang tepat untuk Messi. Tapi, jika Barcelona memang hanya mencari solusi singkat, mereka bisa mempertimbangkan Bintang Brazil tersebut. Tapi dari segi statistik per musim, faktanya Messi masih unggul segalanya dibanding Neymar.